Falsafah Dan Aliran Persaudaraan Setia Hati Terate (Psht)
![]() |
| Ki Ageng Soero Dwiryo |
Tidak ada yang ditakuti oleh Warga SH Terate baik dari bangsa insan maupun yang lain (jin, makhluk halus dan lain-lain) kecuali ketakutan (takwa) pada Yang Mahakuasa Yang Maha Esa. Selain falasafah dan aliran sebagaimana tersebut diatas SH Terate juga mengajarkan calon Anggota Persaudaran dengan Seni Beladiri Pencak Silat.
Menurut SH Terate setiap seni bela diri timur didasarkan pada filosofi dengan instruksi etik terkait. Hal ini juga berlaku untuk Pencak Silat. Praktek seni bela diri mempunyai tujuan membantu siswa menyebarkan abjad jujur,terbuka dengan hidup sesuai dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni. Siswa berusaha untuk menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan dan juga emosi.
Persaudaraan Setia Hati Terate yakni cara hidup, jalan hidup. Unsur olahraga hanya aspek kecil, yang merupakan salah satu dari banyak kerikil yang ada di jalan beraspal. Dengan pendekatan yang lebih luas ini, Persaudaraan Setia Hati Terate bukan olahraga pertempuran tetapi seni pertempuran. Sebuah olahraga pertempuran yakni usaha dengan yang lain. Sebuah seni pertempuran yakni usaha dengan diri sendiri. Falsafah dan Ajaran SH Terate tersebut telah menjadi Prinsip Dasar Setia Hati Terate,untuk mencapai keseimbangan dalam badan (jasamani) dan pikiran (rohani), Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan pada lima prinsip dasar.
Lima prinsip dasar Persaudaraan Setia Hati Terate:
- Persaudaraan (Brotherhood atau persaudaraan)
- Olah Raga (Sport)
- Bela Diri (Self-pertahanan)
- Seni Budaya (Seni dan budaya)
- Kerokhanian Ke SH-an (pengembangan Spiritual)
Filosofi lengkap dari Persaudaraan Setia Hati Terate sanggup dilihat pada simbol-simbol lambang PSHT. (Sumber)

Komentar
Posting Komentar